Menata langkah menuju rumah tangga sakinah, Kemenag Tangsel melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Dorong Kesiapan Calon Pengantin melalui Bimbingan Perkawinan di Kecamatan Pondok Aren.




PONDOK AREN (Kemenag Tangsel) — Setiap rumah tangga bermula dari sebuah ikrar, tetapi kelanggengannya lahir dari kemampuan pasangan untuk saling memahami, bertumbuh, dan menghadapi tantangan hidup bersama. Kesadaran inilah yang membuat Kementerian Agama terus memprioritaskan pembinaan calon pengantin sebagai bagian penting dari pembangunan keluarga di Indonesia. Melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin KUA Kecamatan Pondok Aren pada Kamis (4/12/2025), Kemenag Kota Tangerang Selatan kembali menegaskan komitmennya: menyiapkan generasi keluarga yang lebih kuat, harmonis, dan berdaya.

Pada kegiatan ini, Kasi Bimas Islam, M. Edi Suharsongko menggambarkan Bimwin sebagai ruang belajar yang mempersiapkan pasangan bukan hanya untuk menggelar akad, tetapi untuk menjalani kehidupan panjang sebagai keluarga. Ia mengingatkan bahwa kesiapan mental, fisik, dan kemampuan berkomunikasi adalah fondasi yang tak bisa ditawar. “Pembinaan ini adalah komitmen Kemenag untuk memastikan setiap pasangan memahami bekal dasar membangun rumah tangga yang kuat dan harmonis, hingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter,” ujarnya.



Peran strategis Kemenag juga disampaikan Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Ahmad Rifaudin. Baginya, pembangunan keluarga maslahat merupakan investasi terbesar bangsa—dimulai dari menyiapkan calon pengantin agar matang menghadapi dinamika rumah tangga. “Kemenag membekali calon pengantin agar siap secara fisik dan mental, karena dari keluarga yang kokoh lahirlah peradaban yang hebat. Pembekalan ini mencakup kemampuan mengelola konflik, berkomunikasi efektif, manajemen keuangan, kesehatan reproduksi, hingga kecakapan digital dalam membangun keluarga harmonis,” tuturnya.
Menutup arahannya, Ahmad Rifaudin menyampaikan pesan penuh makna bagi para peserta. “Bangunlah rumah tangga bukan dengan kesempurnaan, tapi dengan saling menyempurnakan. Bukan hanya dengan cinta, namun juga komitmen yang luas,” pesannya.



 BOGOR (Kemenag Tangsel) - Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Tangsel menggelar Rapat Kerja (Raker) di desa Cibeureum kecamatan Cisarua, Bogor, mengusung tema ‘Optimalisasi SDM Penghulu untuk Penguatan Kelembagaan KUA dan Peningkatan Pelayanan Publik’.

Acara dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Ahmad Rifaudin, dan dihadiri oleh Kasubbag TU, Ihsan Suryadi, Kasi Bimas Islam, Muhammad Edi Suharsongko, Analis Kepegawaian, Rahmat Sukmawan, staf perencanaan, staf keuangan, dan seluruh Penghulu Kemenag Tangsel.


Dalam sambutannya Kepala Kantor menyampaikan apresiasi kepada pengurus APRI Tangsel atas dedikasi dan inovasi yang telah diberikan selama ini.
"Tentunya saya berharap APRI Tangsel bisa melakukan program yang lebih maksimal lagi sebagai wadah dalam meningkatkan SDM para Penghulu," ujarnya.
Disampaikan, Raker adalah forum strategis yang mengarah kepada peningkatan kualitas penghulu terutama ketahanan keluarga.
“Di era digital ini tingkat perceraian meningkat. Maka, para penghulu harus bisa menjadi penghulu yang profesional, sebagai pendorong instrumen untuk ketahanan keluarga hingga akhir hayat,” harapnya.
Kepala Kantor menegaskan agar Raker ini dijadikan sebagai ruang strategis untuk merumuskan hal tersebut. Apalagi, penghulu di mata masyarakat adalah Masyayikh, ustadz yang sangat dihormati pada momen yang sakral.
“Peningkatan kualitas pelayanan administrasi, yaitu pencatatan nikah rujuk harus dirumuskan dalam Raker ini. APRI harus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak melakukan nikah Sirri. Semua pernikahan harus tercatat di KUA,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Kasi Bimas Islam, Muhammad Edi Suharsongko. Menurutnya, APRI adalah wadah untuk membina dan mengembangkan kompetensi para Penghulu agar berintegritas menjalin persatuan dan kesatuan sesama penghulu serta sebagai wadah dalam menyampaikan aspirasi.
"Tugas KUA adalah memberikan dan melaksanakan pelayanan di wilayahnya masing-masing termasuk pelayanan nikah rujuk, keluarga sakinah, kemasjidan, zakat dan wakaf, serta pelayanan bimbingan manasik haji. Selain itu, KUA juga harus membangun komunikasi dengan leading sektor dan instansi yang ada di daerah masing-masing," tuturnya.
“Maka, semua hal tersebut harus dirumuskan kembali dalam Raker ini,” sambungnya.
Ketua APRI Tangsel, Sukronilah, berjanji pihaknya akan menjadikan APRI sebagai wadah peningkatan kompetensi penghulu, baik melalui program capacity building maupun pelatihan-pelatihan.
"Insya Allah apa yang kita rumuskan dalam Raker ini akan dilaksanakan di semua KUA dengan mengedepankan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ucapnya.
Raker APRI Tangsel ini berlangsung pada Senin-Selasa (01-02/12/2025) diikuti oleh para Penghulu yang tersebar di 7 KUA Kecamatan se-kota Tangsel. Kesempatan tersebut juga diisi dengan pemberian bingkisan kepada mantan Ketua APRI, Khaerudin, yang kini bertugas sebagai Kepala KUA di kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.


 KENCANA LOKA (Kemenag Tangsel) — Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan mendorong percepatan sertifikasi lahan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai langkah strategis untuk memastikan kepastian aset dan mendukung peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Upaya ini kembali ditegaskan dalam rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Seksi Bimas Islam di Aula Kantor Kemenag Kota Tangsel, Kamis (27/11/2025).

Pertemuan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari para Kepala KUA se-Kota Tangsel, perwakilan Polres Tangsel, Kecamatan Pondok Aren, Pamulang, Serpong Utara, BPN Tangsel, KPKNL Tangerang, BKAD Tangsel, Perkim Tangsel, hingga mitra pengembang PT Jaya Real Property dan PT Alfa Golden Realty. Kehadiran lintas instansi ini memperkuat komitmen bersama untuk menyelesaikan proses legalitas lahan secara cepat, tepat, dan terukur.
Kasubbag Tata Usaha Kemenag Tangsel, Ihsan Suryadi, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi merupakan kebutuhan mendesak untuk menguatkan fondasi layanan publik di tingkat KUA. “Harapannya semua pihak dapat bersinergi untuk percepatan pembangunan dan penataan KUA, karena bagaimanapun KUA adalah salah satu garda terdepan pelayanan kepada masyarakat. Kepastian lahan akan berdampak langsung pada kualitas layanan,” ujarnya.


Senada dengan itu, Kepala Seksi Bimas Islam, Edi Suharsongko, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga keberlanjutan layanan umat. “Terima kasih atas keterlibatan dan kontribusi semua pihak. Kami berharap sinergi ini terus terjaga demi kemaslahatan umat Kota Tangerang Selatan,” ungkapnya.
Melalui koordinasi intensif ini, Kemenag Tangsel melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menargetkan proses sertifikasi lahan seluruh KUA dapat berjalan lebih cepat dan terstruktur. Dengan legalitas aset yang kuat, pelayanan kepada masyarakat diharapkan semakin optimal, terutama dalam urusan keagamaan, pencatatan pernikahan, bimbingan keluarga, dan layanan administratif lainnya.



 


PAMULANG (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Tahap 3 pada Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di Gedung PGMI Kota Tangerang Selatan dan diikuti oleh para calon pengantin dari wilayah Kecamatan Pamulang Kota Tangsel.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Staf Bimas Islam, Istianah Nurkhoirin, Dalam sambutannya, menegaskan bahwa seluruh peserta wajib memenuhi beberapa ketentuan sebagai syarat mengikuti kegiatan. Adapun persyaratan tersebut meliputi mengikuti pre-test (petest) sebelum kegiatan dimulai, post-test setelah kegiatan berakhir, survei kemampuan baca tulis Al-Qur’an, serta mengisi survei kepuasan masyarakat(SKM).

Beliau menambahkan, keempat tahapan tersebut merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan penilaian kegiatan BIMWIN, guna memastikan peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mendapatkan peningkatan pemahaman dan kesiapan dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah melalui pembekalan pranikah yang komprehensif.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifaudin, dalam sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimwin Tahap 3, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah hadir. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan emosional dalam membangun rumah tangga.

Kegiatan kemudian diisi dengan sesi doa yang dipimpin oleh Staf KUA Pamulang, Abdul Latif, dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dimoderatori oleh Staf KUA Pamulang, Zainan Muttaqin.

Adapun fasilitator yang memberikan materi dalam kegiatan ini terdiri dari:

dr. Fitria Oriza dari Puskesmas Pamulang Barat yang membahas aspek kesehatan reproduksi dan kesiapan fisik menjelang pernikahan;

Hartinah Hajar dari DP2AP3KB Kota Tangsel yang membawakan materi tentang peran dan komunikasi efektif dalam keluarga;

serta Mirza Alwanda, Kepala KUA Pamulang, yang memberikan materi tentang hak dan kewajiban suami istri menurut ajaran Islam.

Sebagai penutup, Kasi Bimas Islam Kemenag Tangsel, M. Edi Suharsongko, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Bimwin ini. Ia berharap para calon pengantin dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan rumah tangga kelak.


Dengan berakhirnya kegiatan ini, Kemenag Tangsel berharap pelaksanaan Bimwin dapat terus menjadi sarana efektif dalam mempersiapkan generasi keluarga tangguh dan berakhlak mulia di Kota Tangerang Selatan. 

Kegiatan bimwin di KUA Pamulang merupakan kegiatan Bimwin tahap 3 untuk KUA Pamulang dan merupakan kegiatan Bimwin ke 12 di Kota Tangerang Selatan yang sudah diselenggarakan Oleh seksi Bimas Islam kota Tangerang Selatan.







PONDOK AREN (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan kembali menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin Angkatan Tiga. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, dan bertempat di Masjid Az-Zahra Graha Bunga, Pondok Aren, Kamis (06/11/2025).

Kegiatan diawali dengan laporan dan sambutan Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel, M. Edi Suharsongko, menekankan pentingnya Bimwin sebagai bekal fundamental bagi calon pengantin untuk membangun rumah tangga yang kokoh dan berketahanan.


"Bimbingan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk mempersiapkan catin tidak hanya secara administrasi, tetapi yang lebih penting, secara mental dan spiritual, agar siap menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga," ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin bagi pasangan calon pengantin dalam membangun rumah tangga.
“Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua hati, tetapi juga awal dari perjalanan panjang membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah. Melalui bimbingan ini, calon pengantin diharapkan memahami tanggung jawab, komunikasi, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan berumah tangga,” tuturnya.
Sesi bimbingan dipandu oleh Muhsinin dari KUA Pondok Aren yang bertindak selaku moderator. Para catin mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif dari berbagai fasilitator ahli di bidangnya. Materi mencakup aspek hukum, agama, kesehatan, dan psikologi pernikahan. Para fasilitator yang hadir antara lain:


Ahmad Nawawi (Fasilitator Penyuluh KUA Pondok Aren)
Wiwik Isam (Fasilitator dari Puskesmas Jurang Mangu Timur)
dr. Tri Utami Pertiwi (Fasilitator dari DP3AP2KB Kota Tangsel)
selain itu jg penyuluhan terkait kesehatan gigi dari Puskesmas Parigi
Setelah berlangsung rangkaian kegiatan Bimbingan Perkawinan Angkatan Tiga ini ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pondok Aren, Ahmad Phudolli. Dalam penutupannya, berharap ilmu yang didapat selama bimbingan dapat diaplikasikan oleh para catin untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.



 Ternyata, sepanjang tahun ini sudah tercatat 4.455 pasangan menikah di Kota Tangerang Selatan!

💚
📍 Kecamatan dengan jumlah pernikahan tertinggi adalah Pondok Aren (1.082 pasangan), disusul Pamulang dan Ciputat.
Menariknya, bulan Juni menjadi puncak tertinggi peristiwa nikah
Dari total pasangan yang menikah pada September 2025, sebagian besar berada di usia 21 tahun ke atas 🧑👩
Sementara dari sisi pendidikan, mayoritas mempelai adalah lulusan SMA dan Sarjana — menunjukkan kesadaran tinggi akan kesiapan lahir batin sebelum menikah 🎓💍
Data ini menjadi dasar penting untuk:
✅ Menyusun program pelayanan nikah lebih optimal
✅ Menyusun program bimbingan perkawinan yang tepat sasaran
✅ Melihat tren sosial keagamaan di masyarakat









SETU (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, bertempat di Aula KUA Kecamatan Setu, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembekalan pra-nikah bagi calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.


“Pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar. Maka, kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan menjadi kunci agar rumah tangga dapat langgeng dan harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, M. Edi Suharsongko, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Bimwin merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama untuk menekan angka perceraian dan meningkatkan ketahanan keluarga.


“Bimbingan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pasangan calon pengantin untuk memahami hak dan kewajiban dalam berumah tangga, serta membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan moderator Pipil Napilah, menghadirkan para fasilitator kompeten dari lintas instansi, di antaranya Dewi Sawitra Bintari, S.Ps.I dari Puskesmas Bakti Jaya Kota Tangsel, Iis Ismayanti dari DP3AP2KB Kota Tangsel, serta Ahmad Syarif Hidayat dari KUA Setu yang juga bertindak sebagai fasilitator sekaligus menutup kegiatan Bimwin.
Dalam penutupan Kepala KUA Setu, Ahmad Syarif Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan berkeluarga.
“Semoga para calon pengantin mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang didapat dari kegiatan ini, sehingga mampu membangun keluarga yang berkualitas dan menjadi teladan di masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan Bimwin ini diikuti oleh sejumlah pasangan calon pengantin dari wilayah Kecamatan Setu dengan suasana hangat dan penuh semangat belajar.



 


SERPONG (Kemenag Tangsel) - Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin, yang berlangsung di Masjid Agung Al Mujahidin, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis (16/10/2025).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman tentang kehidupan rumah tangga yang harmonis, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai agama.


“Pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga dua keluarga dan dua budaya. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki kesiapan lahir dan batin, serta pemahaman yang baik agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel, M. Edi Suharsongko, dalam sambutannya menambahkan bahwa kegiatan Bimwin ini menjadi salah satu bentuk pelayanan Kemenag dalam mendukung ketahanan keluarga. Ia juga mengapresiasi partisipasi para peserta yang dengan antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.


Kegiatan ini dipandu oleh moderator Taufik Lubis, serta menghadirkan para fasilitator berpengalaman, antara lain Hida Hidayati dari Puskesmas Ciater yang membawakan materi tentang kesehatan reproduksi dan kesiapan fisik dalam berumah tangga, Hasdianah, S.IP dari DP3AP2KB yang menyampaikan materi tentang peran komunikasi dan kesetaraan gender dalam keluarga, serta Suhaeri Al Faqih, Penyuluh KUA Serpong, yang memberikan bimbingan tentang pembinaan rumah tangga dalam perspektif Islam.


Acara berlangsung dengan interaktif, diwarnai sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dengan para narasumber. Banyak peserta mengaku mendapat wawasan baru dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan sosial dalam membangun rumah tangga.
Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala KUA Serpong, Sukronilah, yang berpesan agar seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan berumah tangga nantinya.
“Semoga setelah mengikuti Bimbingan Perkawinan ini, para calon pengantin menjadi lebih siap dan mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kemenag Kota Tangsel berharap semakin banyak calon pengantin yang memahami pentingnya membangun keluarga berkualitas dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.







 CIPUTAT TIMUR (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin. Bertempat di Aula Kecamatan Ciputat Timur, pada Selasa (14/10/2025).

Dalam sambutannya, Ahmad Rifaudin menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan perkawinan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.


“Bimbingan ini bukan sekadar formalitas sebelum menikah, tetapi menjadi bekal penting agar pasangan calon pengantin memahami hak dan kewajiban masing-masing serta mampu membangun keluarga yang harmonis dan tahan terhadap berbagai tantangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Tangsel, M. Edi Suharsongko, menambahkan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk perhatian Kemenag terhadap peningkatan kualitas keluarga muda di Tangerang Selatan.


“Kami berharap peserta dapat menyerap ilmu dari para narasumber dan mengaplikasikannya setelah menikah,” katanya.
Kepala KUA Ciputat Timur, A. Jayadi, turut memberikan sambutan sekaligus mengapresiasi para peserta yang antusias mengikuti kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga.
Kegiatan Bimwin ini menghadirkan tiga fasilitator utama, yaitu: Siti Nuramalia dari Puskesmas Ciputat Timur yang membawakan materi tentang kesehatan reproduksi dan peran penting menjaga kesehatan pasangan. Evi Budi Ardiyanti dari DP3AP2KB Kota Tangsel yang menyampaikan materi seputar peran keluarga dalam mewujudkan ketahanan keluarga dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Ida Farida, Penyuluh Agama Islam KUA Ciputat Timur, yang membahas aspek spiritual dan komunikasi harmonis dalam keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para fasilitator.
Acara Bimbingan Perkawinan ini ditutup secara resmi oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Ciputat Timur, Ahmad Qurtubi, yang mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami mendukung penuh program Bimwin ini karena memberikan dampak positif bagi pembentukan keluarga yang kuat dan harmonis di lingkungan masyarakat Ciputat Timur,” ujarnya saat menutup acara.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin dapat lebih siap menghadapi kehidupan berumah tangga dan mewujudkan keluarga yang bahagia serta berdaya dalam menghadapi tantangan zaman.





 


PAMULANG (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin), bertempat di Masjid Al Mujahidin, Pamulang, Selasa (08/10/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembekalan pranikah bagi calon pasangan suami istri.


“Bimbingan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bekal nyata agar pasangan mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ilmu yang diperoleh di sini harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, M. Edi Suharsongko, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Bimwin merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka perceraian serta memperkuat ketahanan keluarga.


“Melalui bimbingan ini, calon pengantin diharapkan memahami hak dan kewajiban masing-masing, serta mampu berkomunikasi dan menyelesaikan konflik secara sehat,” katanya.
Acara inti dipandu oleh Moderator Abdul Latif, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dan fasilitator yang berkompeten di bidangnya. Di antaranya Kepala KUA Pamulang, Mirza Alwanda, yang memaparkan materi tentang Fondasi Keluarga Sakinah dalam Perspektif Agama.


Dari unsur kesehatan, hadir dr. Noor Hikmah dari Puskesmas Pamulang Barat dan Bidan Asti Almira yang menyampaikan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum menikah, termasuk kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.
Selain itu, Fasilitator dari DP3AP2KB Kota Tangsel, Dewi Karolina, turut memberikan materi terkait peran dan tanggung jawab dalam membangun keluarga harmonis serta upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, para calon pengantin diharapkan dapat memahami pentingnya kesiapan lahir dan batin dalam membina rumah tangga, serta mampu menjadi keluarga yang kuat, bahagia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.