SETU (Kemenag Tangsel) – Upaya penguatan moderasi beragama terus digencarkan Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan. Kali ini, Kecamatan Setu menjadi fokus utama, dengan digelarnya acara bertema "Memahami Agama Dengan Seutuhnya Akan Menciptakan Rasa Toleransi Sebesar-besarnya". Bertempat di SMP Al Amanah – Al Bantani Babakan Setu, Rabu (25/06/2025).
Acara ini dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama, Muhammad Adib Abdushomad, Ajun Kejaksaan Negeri Kota Tangsel, Munandar, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel, M. Edi Suharsongko beserta jajarannya, Kepala KUA Pondok Aren Kota Tangsel, Phudoli, Ketua IPARI Kota Tangsel, San Ridwan Maulana, Para Penyuluh Agama Islam Kota Tangsel, dan para Tokoh Perwakilan Ormas Islam.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, menekankan bahwa moderasi beragama adalah pilar utama dalam menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa. Ketika kita memahami agama secara utuh, kita akan menemukan esensi kasih sayang, keadilan, dan kemanusiaan yang menjadi inti dari setiap ajaran. Pemahaman inilah yang akan menumbuhkan toleransi yang tak terbatas.
Kepala Kantor Kemenag, Ahmad Rifaudin, berpesan. " untuk dapat memiliki sikap keberagaman yang moderat bagaimana menciptakan kerukunan. Di tengah keberagaman yang kita miliki, moderasi beragama adalah kunci untuk hidup berdampingan secara damai dan harmonis."
Sementara itu, Kasi Bimas Islam menjelaskan bahwa program ini akan melibatkan berbagai kegiatan dan program pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai moderasi. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh komponen masyarakat berkomitmen mewujudkan tiga kerukunan beragama yakni kerukunan beragama intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan umat beragama dengan pemerintah. Seiring dengan motto Tangsel yang religius, masyarakat mengamalkan nilai-nilai agamanya masing-masing secar optimal.
“Melalui inisiatif ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing.” Tuturnya.
Kegiatan penguatan moderasi beragama di Kecamatan Setu ini diharapkan para tokoh agama yang hadir mendesiminasikan hasil rapat koordinasi kepada umat di lingkungannya, sehingga menjadi lebih toleran, rukun, dan damai, berdasarkan pemahaman agama yang mendalam dan menyeluruh. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa yang lebih baik.

Juni 25, 2025
Bimas Tangsel









