Ternyata, sepanjang tahun ini sudah tercatat 4.455 pasangan menikah di Kota Tangerang Selatan!

💚
📍 Kecamatan dengan jumlah pernikahan tertinggi adalah Pondok Aren (1.082 pasangan), disusul Pamulang dan Ciputat.
Menariknya, bulan Juni menjadi puncak tertinggi peristiwa nikah
Dari total pasangan yang menikah pada September 2025, sebagian besar berada di usia 21 tahun ke atas 🧑👩
Sementara dari sisi pendidikan, mayoritas mempelai adalah lulusan SMA dan Sarjana — menunjukkan kesadaran tinggi akan kesiapan lahir batin sebelum menikah 🎓💍
Data ini menjadi dasar penting untuk:
✅ Menyusun program pelayanan nikah lebih optimal
✅ Menyusun program bimbingan perkawinan yang tepat sasaran
✅ Melihat tren sosial keagamaan di masyarakat









SETU (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, bertempat di Aula KUA Kecamatan Setu, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembekalan pra-nikah bagi calon pengantin agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.


“Pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi juga dua keluarga besar. Maka, kesiapan mental, spiritual, dan pengetahuan menjadi kunci agar rumah tangga dapat langgeng dan harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, M. Edi Suharsongko, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Bimwin merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama untuk menekan angka perceraian dan meningkatkan ketahanan keluarga.


“Bimbingan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi pasangan calon pengantin untuk memahami hak dan kewajiban dalam berumah tangga, serta membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan moderator Pipil Napilah, menghadirkan para fasilitator kompeten dari lintas instansi, di antaranya Dewi Sawitra Bintari, S.Ps.I dari Puskesmas Bakti Jaya Kota Tangsel, Iis Ismayanti dari DP3AP2KB Kota Tangsel, serta Ahmad Syarif Hidayat dari KUA Setu yang juga bertindak sebagai fasilitator sekaligus menutup kegiatan Bimwin.
Dalam penutupan Kepala KUA Setu, Ahmad Syarif Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan berkeluarga.
“Semoga para calon pengantin mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang didapat dari kegiatan ini, sehingga mampu membangun keluarga yang berkualitas dan menjadi teladan di masyarakat,” tutupnya.
Kegiatan Bimwin ini diikuti oleh sejumlah pasangan calon pengantin dari wilayah Kecamatan Setu dengan suasana hangat dan penuh semangat belajar.



 


SERPONG (Kemenag Tangsel) - Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin, yang berlangsung di Masjid Agung Al Mujahidin, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Kamis (16/10/2025).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman tentang kehidupan rumah tangga yang harmonis, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai agama.


“Pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga dua keluarga dan dua budaya. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki kesiapan lahir dan batin, serta pemahaman yang baik agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel, M. Edi Suharsongko, dalam sambutannya menambahkan bahwa kegiatan Bimwin ini menjadi salah satu bentuk pelayanan Kemenag dalam mendukung ketahanan keluarga. Ia juga mengapresiasi partisipasi para peserta yang dengan antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.


Kegiatan ini dipandu oleh moderator Taufik Lubis, serta menghadirkan para fasilitator berpengalaman, antara lain Hida Hidayati dari Puskesmas Ciater yang membawakan materi tentang kesehatan reproduksi dan kesiapan fisik dalam berumah tangga, Hasdianah, S.IP dari DP3AP2KB yang menyampaikan materi tentang peran komunikasi dan kesetaraan gender dalam keluarga, serta Suhaeri Al Faqih, Penyuluh KUA Serpong, yang memberikan bimbingan tentang pembinaan rumah tangga dalam perspektif Islam.


Acara berlangsung dengan interaktif, diwarnai sesi tanya jawab dan diskusi antara peserta dengan para narasumber. Banyak peserta mengaku mendapat wawasan baru dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan sosial dalam membangun rumah tangga.
Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala KUA Serpong, Sukronilah, yang berpesan agar seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan berumah tangga nantinya.
“Semoga setelah mengikuti Bimbingan Perkawinan ini, para calon pengantin menjadi lebih siap dan mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kemenag Kota Tangsel berharap semakin banyak calon pengantin yang memahami pentingnya membangun keluarga berkualitas dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.







 CIPUTAT TIMUR (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin. Bertempat di Aula Kecamatan Ciputat Timur, pada Selasa (14/10/2025).

Dalam sambutannya, Ahmad Rifaudin menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan perkawinan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.


“Bimbingan ini bukan sekadar formalitas sebelum menikah, tetapi menjadi bekal penting agar pasangan calon pengantin memahami hak dan kewajiban masing-masing serta mampu membangun keluarga yang harmonis dan tahan terhadap berbagai tantangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Tangsel, M. Edi Suharsongko, menambahkan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk perhatian Kemenag terhadap peningkatan kualitas keluarga muda di Tangerang Selatan.


“Kami berharap peserta dapat menyerap ilmu dari para narasumber dan mengaplikasikannya setelah menikah,” katanya.
Kepala KUA Ciputat Timur, A. Jayadi, turut memberikan sambutan sekaligus mengapresiasi para peserta yang antusias mengikuti kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga.
Kegiatan Bimwin ini menghadirkan tiga fasilitator utama, yaitu: Siti Nuramalia dari Puskesmas Ciputat Timur yang membawakan materi tentang kesehatan reproduksi dan peran penting menjaga kesehatan pasangan. Evi Budi Ardiyanti dari DP3AP2KB Kota Tangsel yang menyampaikan materi seputar peran keluarga dalam mewujudkan ketahanan keluarga dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Ida Farida, Penyuluh Agama Islam KUA Ciputat Timur, yang membahas aspek spiritual dan komunikasi harmonis dalam keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para fasilitator.
Acara Bimbingan Perkawinan ini ditutup secara resmi oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Ciputat Timur, Ahmad Qurtubi, yang mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami mendukung penuh program Bimwin ini karena memberikan dampak positif bagi pembentukan keluarga yang kuat dan harmonis di lingkungan masyarakat Ciputat Timur,” ujarnya saat menutup acara.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin dapat lebih siap menghadapi kehidupan berumah tangga dan mewujudkan keluarga yang bahagia serta berdaya dalam menghadapi tantangan zaman.





 


PAMULANG (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin), bertempat di Masjid Al Mujahidin, Pamulang, Selasa (08/10/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembekalan pranikah bagi calon pasangan suami istri.


“Bimbingan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bekal nyata agar pasangan mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ilmu yang diperoleh di sini harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, M. Edi Suharsongko, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Bimwin merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka perceraian serta memperkuat ketahanan keluarga.


“Melalui bimbingan ini, calon pengantin diharapkan memahami hak dan kewajiban masing-masing, serta mampu berkomunikasi dan menyelesaikan konflik secara sehat,” katanya.
Acara inti dipandu oleh Moderator Abdul Latif, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dan fasilitator yang berkompeten di bidangnya. Di antaranya Kepala KUA Pamulang, Mirza Alwanda, yang memaparkan materi tentang Fondasi Keluarga Sakinah dalam Perspektif Agama.


Dari unsur kesehatan, hadir dr. Noor Hikmah dari Puskesmas Pamulang Barat dan Bidan Asti Almira yang menyampaikan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum menikah, termasuk kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.
Selain itu, Fasilitator dari DP3AP2KB Kota Tangsel, Dewi Karolina, turut memberikan materi terkait peran dan tanggung jawab dalam membangun keluarga harmonis serta upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, para calon pengantin diharapkan dapat memahami pentingnya kesiapan lahir dan batin dalam membina rumah tangga, serta mampu menjadi keluarga yang kuat, bahagia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.









 CIPUTAT (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi Calon Pengantin, bertempat di Masjid Al-Jihad, Ciputat, pada Selasa (07/10/2025).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kemenag Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifaudin, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan bagian penting dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.


“Perkawinan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga besar yang perlu dikelola dengan nilai-nilai agama dan saling pengertian. Melalui bimbingan ini, kami berharap calon pengantin dapat memahami peran dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, M. Edi Suharsongko, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan spiritual sebelum menikah.


“Program Binwin ini menjadi sarana pembekalan agar pasangan memiliki pemahaman utuh tentang kehidupan rumah tangga, mulai dari komunikasi, ekonomi keluarga, hingga pendidikan anak,” jelasnya.
Kepala KUA Kecamatan Ciputat, Abdul Azis, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenag Tangsel dalam memperkuat program pembinaan calon pengantin. Ia berharap kegiatan ini dapat terus digiatkan secara berkala di setiap kecamatan.
Bimbingan ini menghadirkan dua narasumber dari Puskesmas Kampung Sawah, Maesaroh, S.Keb dan DP3AP2KB, Hartina Hajar SKM, M.Kes yang menyampaikan materi seputar dinamika kehidupan rumah tangga, mengelola psikologi keluarga, membangun generasi berkualitas, serta peran pasangan dalam membangun keluarga yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman.
Kegiatan ini dihadiri oleh 80 pasang 160 orang peserta pasangan calon pengantin dari wilayah Ciputat dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, Kemenag Tangsel berupaya memberikan pembekalan penting sebelum memasuki kehidupan rumah tangga agar tercipta keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.


Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Tangerang Selatan berharap setiap pasangan yang akan menikah memiliki bekal yang cukup, baik secara spiritual, emosional, maupun sosial, untuk mewujudkan keluarga yang kokoh dan bahagia.


 


KENCANA LOKA – Peningkatan kapasitas penghulu dan penyuluh sangat penting dalam memberikan pelayanan perkawinan secara edukatif, khususnya melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dalam rangka menciptakan keluarga maslahat di Kota Tangsel. Tentunya Kemenag tidak bisa sendiri, perlu melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya adalah Dinkes dan DP3AP2KB kota Tangsel.

Demikian disampaikan Kasubbag TU Kemenag Tangsel, Ihsan Suryadi, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Keluarga Maslahat pada Rabu (02/10/2025), bertempat di aula kantor.


Lebih lanjut Ihsan menjelaskan kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk menciptakan keluarga maslahat di Kota Tangsel.
“Untuk itu, kami berharap dengan adanya sinergitas antara Kemenag dan Pemkota Tangsel, terutama dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), akan menghasilkan formula kegiatan,” ujarnya.
Melalui Rakor Gerakan Keluarga Maslahat ini, sambungnya, Kemenag Tangsel berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera di masyarakat.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Muhammad Edi Suharsongko, mengatakan pihaknya telah menyiapkan buku sebagai bahan ajar bagi penyuluh dan penghulu. Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat bimbingan perkawinan yang lebih sistematis dan terarah.


“Selain itu, Kemenag Tangsel juga bersinergi dengan DP3AP2KB, IPARI, serta berbagai stakeholder terkait untuk memberikan pendampingan dan pemahaman komprehensif mengenai kesehatan fisik dan psikologis calon pengantin. Langkah ini sangat krusial dalam mempersiapkan pasangan muda agar lebih matang dalam memasuki kehidupan berkeluarga,” ujarnya.
“Dengan begitu diharapkan angka perceraian di Kota Tangsel dapat ditekan. Ketidaksiapan calon pengantin dalam memulai pernikahan kerap berdampak besar terhadap kesehatan ibu dan anak, baik secara fisik maupun psikologis,” tegasnya.
Rakor dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Kepala KUA se-Kota Tangsel, Ketua IPARI, Ketua APRI, penyuluh agama, serta perwakilan puskesmas se-Kota Tangsel.



KENCANA LOKA (Kemenag Tangsel) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Keluarga Maslahat pada Rabu, 1 Oktober 2025, di Aula Kantor Kemenag Kota Tangsel.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubbag TU Kemenag Tangsel, Ihsan Suryadi, S.E., M.M., Kepala Seksi Bimas Islam, Edi Suharsongko, S.Ag., M.Pd., Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan, Abdullah Mas’ud, serta para anggota PCNU Tangsel.

Rakor tersebut menjadi momentum sinergi antara Kemenag Tangsel, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) dalam membina masyarakat. Fokus utama program ini adalah membangun keluarga yang sehat, terdidik, sejahtera, dan harmonis di Kota Tangerang Selatan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kemenag Tangsel menyalurkan bantuan sebesar 15 juta rupiah kepada GKMNU. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program-program pembinaan keluarga dan mengurai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Kemenag Tangsel berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk PCNU dan GKMNU, dalam mewujudkan keluarga maslahat di Tangsel. Keluarga yang kuat dan terdidik adalah fondasi penting bagi pembangunan masyarakat yang berdaya dan harmonis,” ujar Kepala Seksi Bimas Islam, Edi Suharsongko.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Tangsel menegaskan perannya dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, sehat, dan sejahtera.