CISARUA (Kemenag Tangsel) - Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Ahmad Rifaudin, melantik dan mengukuhkan pengurus cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Tangsel periode 2024-2028, Senin malam (28/07/2025).

Pengukuhan yang diadakan di Villa Valkensward, Cisarua, Bogor ini dihadiri Kasubbag TU, Ihsan Suryadi, Kasi Bimas Islam, Muhammad Edi Suharsongko, Ketua APRI Banten, Parhan, Analis Kepegawaian, Rahmat Sukmawan, Staf Keuangan, Abdul Hapid, Staf Perencanaan, Danny Setiawan, dan tamu undangan.

Acara pengukuhan ini menandai babak baru bagi APRI Kota Tangsel dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wadah bagi para penghulu di Kota Tangsel.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor mengucapkan selamat dan berharap pengurus baru dapat berinovasi melahirkan program untuk APRI Tangsel.

"Peran penghulu bukan hanya sekedar mencatat pernikahan, tapi bagaimana ikut serta membina, mengayomi, dan mempertahankan serta merawat sebuah keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah, sehingga dapat menekan angka perceraian," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, APRI merupakan rumah besar para penghulu dalam memikul amanah.

"APRI harus menjadi wadah profesi yang profesional dan dapat bekerjasama dengan lintas sektoral, baik dengan Pemkot maupun dengan ormas Islam," tambahnya.

Kepala Kantor juga menegaskan para penghulu dapat menyisipkan pesan-pesan moral dalam moderasi beragama melalui konten-konten di Media Sosial.

"Di era Digitalisasi ini APRI harus meningkatkan pelayanan dan informasi lewat konten-konten di Media Sosial, serta menjadi influencer yang baik," pesannya.

Di akhir sambutannya Kepala Kantor mengingatkan bahwa jabatan adalah ujian, pengabdian adalah jalan, dan pengaruh adalah amanah.

Sementara itu, Ketua APRI Banten, Parhan, mengajak para penghulu untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjalankan Asta Prosta Kementerian Agama.

"APRI Kota Tangsel harus berkolaborasi dengan kabupaten kota di provinsi Banten. Insya Allah APRI akan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ucapnya.

Ia berharap pengukuhan pengurus APRI Kota Tangsel ini diharapkan dapat membawa angin segar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ketua APRI Tangsel terpilih, Sukronilah, mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan.

"Dengan semangat dan komitmen baru, insya Allah APRI Kota Tangsel siap menjalankan tugas dan fungsinya, terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjadi contoh bagi organisasi lainnya dalam hal kerja sama dan profesionalisme," tutupnya.



 


SERPONG (Kemenag Tangsel) - Penyuluh agama Islam adalah dai daiyah yang menyentuh langsung kehidupan umat. Di tengah masyarakat Tangsel yang heterogen, dengan beragam latar belakang budaya dan keagamaan, dakwah harus bersifat inklusif, moderat, dan solutif.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Ahmad Rifaudin, saat membuka kegiatan Pembinaan Dai dan Daiyah yang diinisiasi oleh Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Tangerang Selatan, bertempat di Talaga Seafood BSD Serpong, Selasa (22/07/2025).

Lebih lanjut disampaikan, penyuluh hari ini bukan hanya juru dakwah di mimbar, tetapi influencer kebaikan yang mampu menyampaikan pesan spiritual melalui media digital. Harus bijak, cerdas, dan terbuka.

“Para dai dan daiyah harus terus meningkatkan literasi media dan digital agar mampu mengemas dakwah secara menarik dan relevan. Gaya komunikasi harus menyesuaikan segmen audiens, namun tetap berpijak pada nilai bil hikmah dan mauidzoh hasanah,” tegasnya.

Menurutnya, metodologi dakwah menjadi hal yang krusial, termasuk kemampuan menjawab isu-isu sosial, membangun kolaborasi lintas komunitas, dan menumbuhkan semangat ukhuwah serta toleransi.

“Dakwah di Tangsel harus mampu menjaga harmoni antarumat dan intern umat beragama. Dai dan daiyah harus terus belajar, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ungkapnya.

Pada kesempataran tersebut, Kepala Kantor  juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal di Kota Tangsel sebagai Kota kuliner, hal ini merupakan bagian dari layanan keagamaan. Penyuluh Agama Islam, khususnya ASN PNS dan PPPK, didorong untuk berperan aktif sebagai pendamping dan penyelia halal demi kemajuan industri kuliner yang sesuai syariat.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, M. Edi Suharsongko, dalam sambutannya mengatakan bahwa tantangan dakwah di masa kini semakin kompleks. Arus informasi yang deras dan masif di media sosial menuntut para penceramah untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan.

“Dai dan daiyah bukan hanya sekadar penceramah di atas mimbar, tetapi juga harus mampu menjadi teladan, pembimbing, dan penyebar pesan damai di lingkungan masing-masing, termasuk di dunia maya,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan ini mengundang dua narasumber yaitu Sekum MUI Tangsel, Abdul Rojak, Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ade Rina Farida, yang membahas berbagai materi, mulai dari fikih dakwah kontemporer, strategi dakwah di era digital, hingga wawasan kebangsaan. 

Kegiatan ini menjadi momentum nyata sinergi antara dakwah, layanan masyarakat, dan transformasi digital, dengan penyuluh agama sebagai ujung tombak perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. 








 KENCANA LOKA (Kemenag Tangsel) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Amrullah, memberikan pembinaan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan. Acara yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kota Tangsel pada Jumat (18/7/2025) ini bertujuan untuk memperkuat integritas, profesionalisme, dan komitmen pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Ahmad Rifaudin, Kasubbag TU, Ihsan Suryadi, Kasi dan Penyelenggara, Kepala KUA dan Penghulu, Kepala Madrasah Negeri dan Swasta, Pengawas Madrasah dan PAI, Penyuluh Agama Islam PNS dan PPPK, Ketua IGRA, Ketua PGMI, dan seluruh Pegawai di Lingkungkungan Kantor Kementerian Agama Kota Tangserang Selatan.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor, Ahmad Rifaudin, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Kakanwil Kemenag Banten. Menurutnya, kunjungan dan pembinaan ini menjadi sumber motivasi yang sangat berarti bagi seluruh jajaran.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Kakanwil di tengah-tengah kami. Ini adalah sebuah kehormatan dan menjadi suntikan semangat bagi seluruh ASN Kemenag Kota Tangerang Selatan untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja pegawai," ujarnya.

Ia berharap momen ini dapat menjadi ajang untuk menyerap arahan dan kebijakan strategis dari KaKanwil, sehingga langkah dan program kerja Kemenag Kota Tangsel dapat selaras dan semakin optimal dalam melayani umat. 

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Banten, Amrullah, dalam arahannya menekankan beberapa poin krusial yang harus menjadi pedoman bagi setiap ASN Kemenag. Poin pertama adalah penguatan profesionalisme dan integritas yang berlandaskan pada lima nilai budaya kerja Kementerian Agama.

"ASN Kemenag bukan hanya sekadar pegawai, tetapi garda terdepan dalam menjaga marwah kementerian dan merawat kerukunan bangsa. Profesionalisme, integritas, dan pemahaman mendalam tentang moderasi beragama adalah harga mati," tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan ASN Kemenag Kota Tangsel harus mampu menjadi penyejuk dan perekat persatuan di tengah masyarakat.

"Saya berharap, pegawai Kemenag Tangsel bisa memberikan pelayan yang baik, dan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat,”pesannya.

Kakanwil juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pelayanan publik. Ia mendorong Kemenag Kota Tangsel dapat terus berinovasi memanfaatkan teknologi guna mempermudah dan mempercepat layanan kepada masyarakat.

Acara pembinaan berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban. Diharapkan setelah pembinaan ini seluruh ASN Kemenag Kota Tangsel bisa memperbarui komitmen dan semangat dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat. 






SETU (Kemenag Tangsel) — Dalam rangka meningkatkan kapasitas digital para penyuluh agama Islam, Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Resto Anggrek dan diikuti oleh perwakilan penyuluh agama Islam se Kota Tangerang Selatan pada Rabu (9/7/2025).

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para penyuluh dengan keterampilan dalam membuat konten dakwah yang menarik, edukatif, dan relevan dengan perkembangan media digital masa kini. 
Dalam sambutannya, Kepala Seksi Bimas Islam, M. Edi Suharsongko, menegaskan pentingnya peran penyuluh Agama Islam dalam menghadirkan dakwah yang sejuk dan informatif melalui platform digital.

“Penyuluh agama saat ini tidak hanya berdakwah secara langsung, tetapi juga harus mampu hadir di ruang digital untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan membangun,” ujarnya. 

Selain itu kasi Bimas Islam juga memberikan arahan bahwa dengan pemanfaatan media sosial dapat mengembangkan kreatifitasnya dalam mendokumentasikan kegiatan-kegiatan kepenyuluhannya. Disamping menjadi bukti efiden kinerjanya, hasil inovasi dengan media sosial juga dapat mengembangkan kreatifitasnya dalam dakwah Islam yang menjadi tugas utamanya.


Dalam kegiatan pelatihan ini menghadirkan praktisi Tim Organisasi Kepegawaian dan Hukum yg membidangi ekinerja ASN. Bimas Islam RI, Tariman, dimoderatori oleh Istianah Nurkhoirin. Dan dilanjutkan dengan narasumber  pembuatan konten kreatif, disampaikan oleh Produser, Ray S. Kusuma, dimoderatori oleh Abdul Latif dan didampingi oleh Zulkarnain, yang memberikan materi mulai dari teknik dasar videografi, storytelling, hingga strategi menyampaikan pesan dakwah yang efektif di media sosial seperti Instagram, YouTube, facebook dan TikTok.

Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan, terutama saat sesi praktik pembuatan konten singkat berdurasi 1–3 menit. Di akhir kegiatan, masing-masing peserta diminta mempresentasikan hasil konten dakwah mereka yang kemudian mendapat umpan balik langsung dari narasumber.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penyuluh agama Islam di Kota Tangerang Selatan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman dan semakin kreatif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. 


 

 

KENCANA LOKA (Kemenag Tangsel) – Kegiatan Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan dengan bentuk forum diskusi yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat hari ini resmi digelar. Kegiatan ini difasilitasi oleh Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel dengan tema "Merawat Keberagaman Dengan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman,". Acara ini dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifaudin. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Selasa (8/7/2025).

Dalam sambutannya, Ahmad Rifaudin, menekankan urgensi tema yang diangkat. "Merawat Keberagaman Dengan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman" sangat relevan dengan kondisi bangsa kita yang majemuk. Moderasi beragama adalah kunci untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam mengidentifikasi serta mencegah potensi konflik.


Sebagai langkah mewujudkan, tema yang diangkat hari ini, maka dilaksanakan forum diskusi untuk meningkatkan Sinergitas Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, bersama dengan para pemangku kepentingan yang hadir, dengan kemampuan untuk mengidentifikasi potensi konflik sosial yang berakar pada isu-isu keagamaan sejak dini.  "Dengan deteksi yang cepat dan tepat, kita bisa melakukan upaya pencegahan dan penanganan konflik secara efektif sebelum meluas," ujarnya.

Demikian pula Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel, M. Edi Suharsongko,  menegaskan pentingnya peran strategis moderasi beragama dalam upaya deteksi dini konflik. Beliau menekankan bahwa moderasi beragama bukan hanya sekadar slogan, tetapi juga adalah fondasi kuat untuk membangun masyarakat yang harmonis dan damai di tengah keberagamaan. Untuk itu Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan perlu disambut  dengan kesiapan upaya dari semua perwakilan stakeholder, sebagai upaya prefentif sehingga tidak ada konflik sosial beragama di Kota Tangsel.


"Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk, dengan berbagai latar belakang agama dan keyakinan. Potensi konflik selalu ada, namun dengan semangat moderasi beragama, kita bisa mencegahnya sejak dini," tuturnya.

Acara yang berlangsung di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak penting, menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial. Terlihat hadir perwakilan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel, Kapolres Tangsel, Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tangsel, Muhammadiyah Kota Tangsel, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tangsel, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangsel, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Media Masa Koran Tangsel Post, serta para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Tangsel.

Dalam forum diskusi ini para pemangku kepentingan menyampaikan saran dan masukan dengan antusias, dilanjutkan dengan penandatanganan pernyataan komitmen bersama, berisikan 5 poin  1. Berkomitmen mendukung pemenuhan hak warga negara dalam menjalankan ibadah, menjaga kerukunan intra dan antaragama di seluruh wilayah Indonesia melalui penguatan deteksi dini dan penanganan potensi konflik secara inklusif, berkeadilan, dan non kekerasan. 2. Mendukung aktif upaya Kementerian Agama mengambil langkah strategis memahami akar masalah, dinamika lokal, serta potensi rekonsiliasi dan resolusi secara konstruktif. 3. Meneguhkan nilai-nilai bina damai (peacebuilding) dalam setiap pendekatan dan kebijakan, dengan menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. 4. Mendorong penguatan moderasi beragama sebagai landasan  moral dan kultural dalam mencegah intoleransi, ekstremisme, dan kekerasan berbasis identitas. 5. Siap berkolaborasi lintas sektor, agama dan keyakinan dalam rangka membangun sinergi yang kokoh antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga negara untuk mewujudkan kehidupan sosial yang aman, damai, dan harmonis. 

Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat dalam mengantisipasi dan menangani konflik sosial berdimensi keagamaan. Dengan bekal pengetahuan tentang deteksi dini konflik dan pemahaman mendalam tentang moderasi beragama, Kota Tangerang Selatan akan senantiasa menjadi kota yang aman, damai, dan penuh toleransi.