Menata langkah menuju rumah tangga sakinah, Kemenag Tangsel melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Dorong Kesiapan Calon Pengantin melalui Bimbingan Perkawinan di Kecamatan Pondok Aren.




PONDOK AREN (Kemenag Tangsel) — Setiap rumah tangga bermula dari sebuah ikrar, tetapi kelanggengannya lahir dari kemampuan pasangan untuk saling memahami, bertumbuh, dan menghadapi tantangan hidup bersama. Kesadaran inilah yang membuat Kementerian Agama terus memprioritaskan pembinaan calon pengantin sebagai bagian penting dari pembangunan keluarga di Indonesia. Melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin KUA Kecamatan Pondok Aren pada Kamis (4/12/2025), Kemenag Kota Tangerang Selatan kembali menegaskan komitmennya: menyiapkan generasi keluarga yang lebih kuat, harmonis, dan berdaya.

Pada kegiatan ini, Kasi Bimas Islam, M. Edi Suharsongko menggambarkan Bimwin sebagai ruang belajar yang mempersiapkan pasangan bukan hanya untuk menggelar akad, tetapi untuk menjalani kehidupan panjang sebagai keluarga. Ia mengingatkan bahwa kesiapan mental, fisik, dan kemampuan berkomunikasi adalah fondasi yang tak bisa ditawar. “Pembinaan ini adalah komitmen Kemenag untuk memastikan setiap pasangan memahami bekal dasar membangun rumah tangga yang kuat dan harmonis, hingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter,” ujarnya.



Peran strategis Kemenag juga disampaikan Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Ahmad Rifaudin. Baginya, pembangunan keluarga maslahat merupakan investasi terbesar bangsa—dimulai dari menyiapkan calon pengantin agar matang menghadapi dinamika rumah tangga. “Kemenag membekali calon pengantin agar siap secara fisik dan mental, karena dari keluarga yang kokoh lahirlah peradaban yang hebat. Pembekalan ini mencakup kemampuan mengelola konflik, berkomunikasi efektif, manajemen keuangan, kesehatan reproduksi, hingga kecakapan digital dalam membangun keluarga harmonis,” tuturnya.
Menutup arahannya, Ahmad Rifaudin menyampaikan pesan penuh makna bagi para peserta. “Bangunlah rumah tangga bukan dengan kesempurnaan, tapi dengan saling menyempurnakan. Bukan hanya dengan cinta, namun juga komitmen yang luas,” pesannya.



 BOGOR (Kemenag Tangsel) - Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Tangsel menggelar Rapat Kerja (Raker) di desa Cibeureum kecamatan Cisarua, Bogor, mengusung tema ‘Optimalisasi SDM Penghulu untuk Penguatan Kelembagaan KUA dan Peningkatan Pelayanan Publik’.

Acara dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Ahmad Rifaudin, dan dihadiri oleh Kasubbag TU, Ihsan Suryadi, Kasi Bimas Islam, Muhammad Edi Suharsongko, Analis Kepegawaian, Rahmat Sukmawan, staf perencanaan, staf keuangan, dan seluruh Penghulu Kemenag Tangsel.


Dalam sambutannya Kepala Kantor menyampaikan apresiasi kepada pengurus APRI Tangsel atas dedikasi dan inovasi yang telah diberikan selama ini.
"Tentunya saya berharap APRI Tangsel bisa melakukan program yang lebih maksimal lagi sebagai wadah dalam meningkatkan SDM para Penghulu," ujarnya.
Disampaikan, Raker adalah forum strategis yang mengarah kepada peningkatan kualitas penghulu terutama ketahanan keluarga.
“Di era digital ini tingkat perceraian meningkat. Maka, para penghulu harus bisa menjadi penghulu yang profesional, sebagai pendorong instrumen untuk ketahanan keluarga hingga akhir hayat,” harapnya.
Kepala Kantor menegaskan agar Raker ini dijadikan sebagai ruang strategis untuk merumuskan hal tersebut. Apalagi, penghulu di mata masyarakat adalah Masyayikh, ustadz yang sangat dihormati pada momen yang sakral.
“Peningkatan kualitas pelayanan administrasi, yaitu pencatatan nikah rujuk harus dirumuskan dalam Raker ini. APRI harus melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak melakukan nikah Sirri. Semua pernikahan harus tercatat di KUA,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Kasi Bimas Islam, Muhammad Edi Suharsongko. Menurutnya, APRI adalah wadah untuk membina dan mengembangkan kompetensi para Penghulu agar berintegritas menjalin persatuan dan kesatuan sesama penghulu serta sebagai wadah dalam menyampaikan aspirasi.
"Tugas KUA adalah memberikan dan melaksanakan pelayanan di wilayahnya masing-masing termasuk pelayanan nikah rujuk, keluarga sakinah, kemasjidan, zakat dan wakaf, serta pelayanan bimbingan manasik haji. Selain itu, KUA juga harus membangun komunikasi dengan leading sektor dan instansi yang ada di daerah masing-masing," tuturnya.
“Maka, semua hal tersebut harus dirumuskan kembali dalam Raker ini,” sambungnya.
Ketua APRI Tangsel, Sukronilah, berjanji pihaknya akan menjadikan APRI sebagai wadah peningkatan kompetensi penghulu, baik melalui program capacity building maupun pelatihan-pelatihan.
"Insya Allah apa yang kita rumuskan dalam Raker ini akan dilaksanakan di semua KUA dengan mengedepankan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ucapnya.
Raker APRI Tangsel ini berlangsung pada Senin-Selasa (01-02/12/2025) diikuti oleh para Penghulu yang tersebar di 7 KUA Kecamatan se-kota Tangsel. Kesempatan tersebut juga diisi dengan pemberian bingkisan kepada mantan Ketua APRI, Khaerudin, yang kini bertugas sebagai Kepala KUA di kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.