KENCANA LOKA (Kemenag Tangsel) – Seksi Bimas Islam kantor Kemenag Tangsel bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel menggelar acara Finalisasi Buku Nasehat Tokoh Agama terkait Stop tindakan kekerasan pada perempuan dan anak, Jumat (15/08/2025) di Aula Kantor Kemenag Tangsel.

Hadir Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Ahmad Rifaudin, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3AP2KB Kota Tangsel, Irma Safitri, Kasi Bimas Islam, Muhammad Edi Suharsongko, dan diikuti oleh tokoh dan penyuluh lintas agama.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Kepala Kantor memberi apresiasi kepada semua pihak, khususnya Kasi Bimas Islam, sehingga buku kumpulan nasehat dari para tokoh agama ini dapat diselesaikan.

“Tentunya buku ini bukan hanya sekedar tulisan apalagi pajangan, tapi harus menjadi gerakan nyata,” tegasnya.

Ditambahkan, buku tersebut sangat penting sebagai panduan bagi tokoh agama atau tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

"Buku ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi tokoh agama untuk menyampaikan materi pencegahan kekerasan perempuan dan anak dalam kegiatan dakwahnya," ujarnya.

Dijelaskannya, tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota Tangerang Selatan terus meningkat. Oleh karenanya harus disosialisasikan kepada masyarakat atas resiko tindakan kekerasan tersebut.

“Reward dan Punishment harus disosialisasikan kepada masyarakat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para penyuluh harus terus melakukan penyuluhan,” ungkapnya.

Menurutnya, anak adalah generasi penerus, maka harus mendapatkan perhatian serius. Tindakan kekerasan tidak hanya merusak fisik, tapi juga mental anak.

“Saya meminta Kasi Bimas Islam untuk menghimbau atau mungkin membuat surat edaran kepada para tokoh agama agar memasukkan tema pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam kegiatan dakwahnya. Kerjasama ini diharapkan dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tangsel,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Irma Safitri, yang berharap dengan adanya buku ini diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Masyarakat harus turut serta berperan aktif dalam mencegah terjadinya kekerasan. Dan jangan pernah takut untuk melapor jika terjadi tindakan kekerasan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Muhammad Edi Suharsongko, mengaku pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka mensolialisasikan pencegahan tindakan kekerasan.

"Kita sudah mengadakan pertemuan dengan para tokoh lintas agama, bahkan menuangkannya dalam bentuk Podcast di channel Podcast Kemenag Tangsel, dari perspektif lintas agama agar sosialisasi ini dapat lebih masif ditonton oleh masyarakat luas," jelasnya.

Pihaknya akan terus berupaya mengerahkan para Penyuluh Agama di tempat tugasnya masing-masing agar masyarakat lebih paham bahaya dari tindakan kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak.