KENCANA LOKA – Peningkatan kapasitas penghulu dan penyuluh sangat penting dalam memberikan pelayanan perkawinan secara edukatif, khususnya melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dalam rangka menciptakan keluarga maslahat di Kota Tangsel. Tentunya Kemenag tidak bisa sendiri, perlu melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya adalah Dinkes dan DP3AP2KB kota Tangsel.

Demikian disampaikan Kasubbag TU Kemenag Tangsel, Ihsan Suryadi, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Keluarga Maslahat pada Rabu (02/10/2025), bertempat di aula kantor.


Lebih lanjut Ihsan menjelaskan kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk menciptakan keluarga maslahat di Kota Tangsel.
“Untuk itu, kami berharap dengan adanya sinergitas antara Kemenag dan Pemkota Tangsel, terutama dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), akan menghasilkan formula kegiatan,” ujarnya.
Melalui Rakor Gerakan Keluarga Maslahat ini, sambungnya, Kemenag Tangsel berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera di masyarakat.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Muhammad Edi Suharsongko, mengatakan pihaknya telah menyiapkan buku sebagai bahan ajar bagi penyuluh dan penghulu. Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat bimbingan perkawinan yang lebih sistematis dan terarah.


“Selain itu, Kemenag Tangsel juga bersinergi dengan DP3AP2KB, IPARI, serta berbagai stakeholder terkait untuk memberikan pendampingan dan pemahaman komprehensif mengenai kesehatan fisik dan psikologis calon pengantin. Langkah ini sangat krusial dalam mempersiapkan pasangan muda agar lebih matang dalam memasuki kehidupan berkeluarga,” ujarnya.
“Dengan begitu diharapkan angka perceraian di Kota Tangsel dapat ditekan. Ketidaksiapan calon pengantin dalam memulai pernikahan kerap berdampak besar terhadap kesehatan ibu dan anak, baik secara fisik maupun psikologis,” tegasnya.
Rakor dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Kepala KUA se-Kota Tangsel, Ketua IPARI, Ketua APRI, penyuluh agama, serta perwakilan puskesmas se-Kota Tangsel.